RPP Matematika Paket B Kelas (Setara SMP) VII Semester Ganjil

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Satuan Pendidikan                  : PKBM Ulil Al-bab

Mata Pelajaran                        : Matematika

Tingkat/ Derajat/ Kelas           : III/ Terampil 1/ Kelas VII

Semester                                  : Ganjil

Alokasi Waktu                        : 1 minggu (4 SKK)

  Tatap muka 2 x 2 jp x 40 menit

                                                 

A.     Kompetensi Inti

·         KI 1 dan KI 2: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya dan Menunjukkan perilaku jujur,disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

·    KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait            fenomena dan kejadian tampak mata

·    KI 4 : Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifi kasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

 

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator

3.1 Membandingkan dan menentukan letak urutan bilangan bulat dan pecahan (biasa, campuran, desimal, persen) dengan alat bantu (garis bilangan/ benda konkrit) dan tanpa alat bantu

3.1.1 Menjelaskan pengertian bilangan bulat

3.1.2 Menyatakan suatu bilangan bulat dari kehidupan sehari-hari

3.1.3 Membandingkan suatu bilangan bulat menggunakan garis bilangan

3.1.4 Menentukan letak suatu bilangan pecahan pada garis bilangan

3.1.5 Menjelaskan pengertian bilangan pecahan

3.1.6 Mengurutkan dari terkecil sampai terbesar dan sebaliknya dari

         bilangan pecahan

4.1 Menyelesaikan masalah sehari-hari berkaitan dengan urutan letak bilangan bulat dan pecahan (biasa, campuran, desimal, persen) dengan prosedur dan strategi sesuai karakteritik masalah serta menggunakan alat bantu (garis bilangan/benda konkrit) dan tanpa alat bantu

4.1.1 Menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari yang

         melibatkan urutan bilangan bulat

4.1.2 Menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari yang

         melibatkan urutan pecahan


C.     Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, warga belajar diharapkan dapat:

1.      Menentukan contoh-contoh bilangan bulat dan bilangan pecahan

2.      Menyatakan bilangan bulat dan bilangan pecahan dari kehidupan sehari-hari

3.      Mengurutkan bilangan bulat dan bilangan pecahan

4.      Menentukan letak suatu bilangan bulat dan bilangan pecahan pada garis bilangan

 

D.     Materi Pembelajaran

                  1.  Bilangan Bulat

a.       Pemahaman Konsep Bilangan Bulat

Bilangan bulat terdiri atas:

a) Bilangan asli atau bilangan bulat positif

b) Bilangan nol, dan

c) Lawan bilangan asli atau bilangan bulat negatif

Bilangan bulat dituliskan atau dinotasikan dengan

B = {…, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, …}

b.      Menyatakan Bilangan Bulat dari Kehidupan Sehari-hari

Di berbagai Negara suhu di beberapa kota di dunia yang berbeda iklimnya, tentu kalian akan mendapatkan beberapa suhu yang berbeda. Misalkan di kota Jakarta suhunya 34°C di atas nol maka ditulis 34°C, sedangkan di Tokyo suhunya 5°C di bawah nol, maka ditulis -5°C. Penggunaan lainnya, pada gedung bertingkat, dimana ada lobby atau lantai bawah, ada di bawah lobby atau ground yaitu lantai dibawah permukaan tanah biasanya untuk parkir, serta adanya beberapa lantai di atas lobby ada lantai 2, lantai 3, dan seterusnya.

c.       Membandingkan Bilangan Bulat pada Garis Bilangan

Pada garis bilangan, semakin ke kanan maka nilainya semakin besar dan semakin ke kiri nilainya lebih kecil. Seandainya kita nyatakan a berada di sebelah kiri dan b berada disebelah kanan a < b, tetapi jika b berada disebelah kiri dan a sebelah kanan, maka a > b.

Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari coba perhatikan thermometer:

1)      Warna merah menunjukan nilainya < dari pada warna hitam

2)      Semakin ke kiri atau bawah maka nilainya semakin kecil, sedangkan semakin ke kanan atau ke atas nilainya semakin besar


              2. 
Bilangan Pecahan

a.       Pengertian Bilangan Pecahan

Pecahan merupakan bilangan sebagai bagian dari suatu keseluruhan. Secara umum, bilangan pecahan dapat dinyatakan dalam bentuk ab , atau dalam bentuk a/b, dimana a, b merupakan bilangan bulat dan b = 0, a disebut pembilang dan b disebut penyebut.

b.      Menyatakan Bilangan Bulat dari Kehidupan Sehari-hari

Ibu Marni membuatkan kue ulang tahun anaknya. Kue akan dibagikan kepada 32 orang. Bu Marni memotong kue menjadi dua bagian yang sama. Setiap bagian kue dibagi lagi menjadi dua bagian. Demikian seterusnya sehingga diperoleh 32 potong kue yang berukuran sama. Andi memperoleh 4 potong, Budi memperoleh 5 potong, Arman memperoleh 3 potong, dan Desi memperoleh 2 potong serta sisanya oleh Ani sedangkan anak yang lain tidak menyukai kue. Perhatikan bahwa setiap potongan kue harus berukuran sama. Nilai 4 potong, 5 potong, 3 potong, dan 2 potong ini menunjukkan hasil membilang berapa banyaknya bagian, maka 4, 5, 3, dan 2 disebut pembilang. Sedangkan 32 merupakan pembagi untuk mendapatkan banyaknya potongan kue sehingga 32 ini disebut sebagai penyebut. Berdasarkan pembagian kue tersebut maka Andi memperoleh empat per tiga puluh dua bagian kue, yang dapat ditulis dalam bentuk  bagian kue. Jadi, Budi memperoleh bagian  kue, Arman memperoleh bagian  kue, sedangkan Desi memperoleh bagian  kue. Bilangan , ,  dan  disebut pecahan.

c.       Mengurutkan Letak Bilangan Pecahan pada Garis Bilangan

Letak bilangan pecahan pada garis bilangan secara prinsip merupakan membagi bagian dari garis bilangan pada bilangan bulat. Namun untuk memahami dimana letak pecahan pada garis bilangan, kita akan mencoba mengkaji pada gambar berikut di bawah ini.

Langkah 1: Membuat garis bilangan bulat

 

Langkah 2: Membagi garis bilangan bulat menjadi 2 bagian. Maka nilai ½ dapat dinyatakan pada garis bilangan berikut.

 


Langkah 3: Membagi garis bilangan bulat menjadi 4 bagian. Maka nilai 1/4, 2/4, dan ¾ dapat dinyatakan pada garis bilangan berikut.

 

Perhatikan bahwa ½ dan 2 4 terletak pada titik yang sama sehingga ½ dan ¼ adalah senilai. Untuk mengetahui dimana letak pecahan yang lain pada sebuah garis bilangan misalnya , , , dan  begitu pula untuk , , , dan   , maka coba kalian amati dan cermati garis bilangan di atas kemudian dimanakah letak bilangan pecahan tersebut berada.


E.     Metode Pembelajaran

Metode Pembelajaran        : Ceramah, demonstrasi, tanya jawab, percobaan dan diskusi.

 

F.      Media Pembelajaran

Media :   Video

 

Alat/Bahan : Infocus, layar, Spidol, papan tulis, penghapus,

 

G.    Sumber Belajar

·                 Modul Matematika Paket B (Modul 1. Makanan Favoritku), Internet


H.    Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1

Kegiatan Awal

·         Memberikan salam, berdo’a sebelum belajar, menanyakan kabar WB dan mengecek kehadiran WB.

·         Apersepsi : Mendiskusikan macam-macam bilangan

·         Motivasi : Mendiskusikan manfaat bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari

Kegiatan Inti

·         Eksplorasi

-          Tanya jawab yang terkait dengan materi

-          Membahas berbagai macam bilangan yang telah diketahui sebelumnya dan menentukan anggota bilangan tersebut.

-          Mendiskusikan anggota bilangan bulat (bilangan bulat positif, bilangan bulat nol, dan bilangan bulat negatif)

-          Tutor memberikan contoh dan meminta WB menentukan bilangan tersebut termasuk bilangan bulat positif, nol atau negative

-          Menonton video

·         Elaborasi

-          WB mencoba menggambarkan letak bilangan bulat pada garis bilangan

-          Tutor menjelaskan bahwa bilangan bulat negatif terletak pada sebelah kiri bilangan bulat nol sedangkan bilangan bulat positif terletak sebelah kanan bilangan bulat nol

-          WB melakukan pengukuran dengan thermometer pada benda dingin, normal dan panas

-          Berdasarkan hasil pengukuran yang diperoleh, maka WB menuliskan hasil tersebut dengan bilangan bulat sehingga nantinya diperoleh bilangan bulat negatif dan bilangan bulat positif.

-          WB mempresentasikan hasil pengamatannya

·         Konfirmasi

-          Tutor memberi umpan balik dengan memberi masukan terhadap hasil pengukuran yang telah diperoleh WB

-          Tutor meminta peserta WB mencari contoh lain dalam kehidupan sehari-hari yang memanfaatkan bilangan bulat

Kegiatan Akhir

·         Tutor bersama WB membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari

·         Tutor menanyakan kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi yang dipelajari

·         Tutor memberikan tugas mandiri untuk pertemuan kedua dengan meminta WB membaca dan memahami konsep bilangan pecahan.

·         Tutor dan WB menutup pelajaran dengan mengucapkan Hamdallah

Pertemuan 2

Kegiatan Awal

·         Memberikan salam, berdo’a sebelum belajar, menanyakan kabar WB dan mengecek kehadiran WB.

·         Apersepsi : Mendiskusikan macam-macam bilangan

·         Motivasi : Mendiskusikan manfaat bilangan pecahan dalam kehidupan sehari-hari

Kegiatan Inti

·         Eksplorasi

-          Tanya jawab yang terkait dengan materi

-          Membahas berbagai macam bilangan pecahan yang telah diketahui sebelumnya dan menentukan anggota bilangan tersebut.

-          Tutor menjelaskan pengertian bilangan pecahan

-          Menonton video

·         Elaborasi

-         

-         WB mencoba menggambarkan letak bilangan pecahan pada garis bilangan

-        Tutor menjelaskan bahwa bilangan pecahan negatif terletak pada sebelah kiri bilangan bulat nol sedangkan bilangan pecahan positif terletak sebelah kanan bilangan bulat nol

-         Tutor menjelaskan tentang urutan bilangan pecahan pada garis bilangan

-  WB melakukan percobaan dengan beberapa potong kertas berbentuk lingkaran, dan memotongnya setiap kertas tersebut menjadi beberapa bagian yang berbeda

-   WB mengurutkan dari bagian yang terkecil sampai terbesar, dan menyebutkan bilangan pecahannya

-         WB mempresentasikan hasil pengamatannya

·         Konfirmasi

-         Tutor memberi umpan balik dengan memberi masukan terhadap hasil percobaan yang telah diperoleh WB

-         Tutor meminta peserta WB mencari contoh lain dalam kehidupan sehari-hari yang memanfaatkan bilangan pecahan

Kegiatan Akhir

·         Tutor bersama WB membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari

·         Tutor menanyakan kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi yang dipelajari

·         Tutor memberikan tugas mandiri berupa soal tentang bilangan bulat dan pecahan

·         Tutor dan WB menutup pelajaran dengan mengucapkan Hamdallah

 

I.     Penilaian

a.     Sikap

-        Penilaian Observasi

Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku warga belajar sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh tutor. Berikut contoh instrumen penilaian sikap

No

Nama Warga belajar

Aspek Perilaku yang Dinilai

Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai

BS

JJ

TJ

DS

1

...

...

...

...

...

...

...

2

 

 

 

 

 

 

 

 


Keterangan :

    BS : Bekerja Sama

    JJ : Jujur

    TJ : Tanggun Jawab

    DS : Disiplin

 

Catatan :

1.  Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:

100     = Sangat Baik

75        = Baik

50        = Cukup

25        = Kurang

2.  Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400

3.  Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75

4.  Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00       = Sangat Baik (SB)

50,01 – 75,00         = Baik (B)

25,01 – 50,00         = Cukup (C)

00,00 –  25,00        = Kurang (K)

5.  Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

b.     Pengetahuan

-        Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda

-        Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan

Praktek Monolog atau Dialog

Penilaian Aspek Percakapan

Nama WB:

No

Aspek yang Dinilai

Skala

Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai

25

50

75

100

1

Intonasi

 

 

 

 

 

 

 

2

Pelafalan

 

 

 

 

3

Kelancaran

 

 

 

 

4

Ekspresi

 

 

 

 

5

Penampilan

 

 

 

 

6

Gestur

 

 

 

 

 

-        Penugasan

Tugas Rumah

a.   Warga belajar menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku warga belajar

c. Warga belajar mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk mendapatkan penilaian.

c.     Keterampilan

-        Penilaian Unjuk Kerja

Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

 

Instrumen Penilaian

Nama WB:

No

Aspek yang Dinilai

Sangat

Baik

(100)

Baik

(75)

Kurang

Baik

(50)

Tidak

Baik

(25)

1

Kesesuaian respon dengan pertanyaan

 

 

 

 

2

Keserasian pemilihan kata

 

 

 

 

3

Kesesuaian penggunaan tata bahasa

 

 

 

 

4

Pelafalan

 

 

 

 


Instrumen Penilaian Diskusi

Nama WB:

No

Aspek yang Dinilai

100

75

50

25

1

Penguasaan materi diskusi

 

 

 

 

2

Kemampuan menjawab pertanyaan

 

 

 

 

3

Kemampuan mengolah kata

 

 

 

 

4

Kemampuan menyelesaikan masalah

 

 

 

 

 

Keterangan :

100        = Sangat Baik

75           = Baik

50           = Kurang Baik

25           = Tidak Baik

 

                                                                                                                                    Margaasih, …..........................2021

 

Mengetahui

PKBM ULIL AL-BAB                                                            Tutor Mata Pelajaran

 

 

 

 

Erus Darusman, BA                                                                 Windi Junianti

                                                                                                      

 

Komentar