Ciri Pembelajaran di Tingkat Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi
Pembelajaran di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi memiliki ciri-ciri yang berbeda, dikarenakan beberapa faktor. Adapun pembelajaran di tingkat provinsi dirasa lebi baik dan lebih maju dibanding tingkat kabupaten dan kecamatan. namun, hal ini dapat dikembalikan lagi kepada kebijakan setiap sekolah. karena bukan hal yang mustahil, jika pembelajaran di tingkat kecamatan akan menyamai pembelajaran di tingkat provinsi. tentunya hal itu akan tercapai jika adanya kerjasama dari semua pihak yang memegang peranan penting di bidang pendidikan.
Berikut ini pendapat
saya mengenai karakteristik pendidikan di setiap tingkat…
Di tingkat kecamatan:
- Pendidik atau guru biasa memegang beberapa mata pelajaran. Hal itu yang kadang kali menyebabkan guru tidak focus dalam menyampaikan ilmu di setiap mata pelajarannya
- Suasana pembelajaran yang seadanya, karena terbatasnya sarana prasarana.
- Media pembelajaran banyak menggunakan / terpaku pada buku / LKS
- Strategi pembelajarnnya menggunakan pendekatan ekspositori (berorientasi pada pendidik), sehingga komunikasi yang terjadi adalah komunikasi satu arah, yaitu dari guru saja
- Murid tidak aktif, karena tidak dibiasakan bertanya atau diberi kesempatan bertanya
Di tingkat Kabupaten:
- Pendidik/ guru sudah mulai memegang satu mata pelajaran. Meskipun ada beberapa guru yang masih memegang beberapa mata pelajaran. Mungkin dari kebijakan sekolah masing-masing (karena kurangnya tenaga pendidik)
- Sarana dan prasarana sudah mulai memadai
- Media pembelajaran tidak hanya dari buku, tapi murid sudah diperkenalkan dengan internet.
- Strategi pembelajarannya ada yang menggunakan pendekatan ekspositori dan pendekatan inkuiri (berorientasi pada siswa) sudah mulai diterapkan
- Murid belajar aktif dalam pembelajaran
Di tingkat Provinsi
- Setiap pendidik/ guru memegang satu mata pelajaran. Guru memiliki keahlian di setiap mata pelajaran yang dipegang
- Sarana dan prasarana sangat menunjang untuk berbagai metode pembelajaran
- Media pembelajaran tidak terpaku pada buku. Siswa dapat mencari lebih banyak referensi dari internet, seperti youtube, google scholar, dan lain
- Strategi pembelajarannya lebih banyak menggunakan pendekatan inkuiri. Komunikasi yang terjalin adalah komunikasi dua arah antara guru dan murid
- Murid dituntut untuk aktif dan berpikir kritis dalam proses pembelajaran.
Sekian pendapat saya
mengenai karakteristik pembelajaran di tingkat kecamatan, kabupaten dan
provinsi. semoga pembelajaran di tiap tingkat dapat diselaraskan. Sehingga setiap anak dapat memperoleh ilmu yang sama. Mohon maaf apabila ada yang salah. Kritik dan saran sangat saya
tunggu dari rekan-rekan semua.. terima kasih ..
Komentar
Posting Komentar