Resume Buku: Perencanaan Pembelajaran Di Sekolah Dasar dengan Memasukkan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

 

RESUME BUKU

Judul                           : PERENCANAAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Dengan Memasukkan Pendidikan Budaya dan Karakter  Bangsa

Penulis                        : Muhammad Affandi, S.Pd., M.Pd dan Badarudin, S.Pd

Pengantar                    : Prof. Dr. Farida Rahim, M.Ed

Tahun Terbit                : 2011

Penerbit                      : ALFABETA, cv

Alamat Penerbit         : Jl. Gegerkalong Hilir No.84 Bandung

Jumlah Halaman        :  vii + 145 halaman

BAB 1 HAKIKAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Pembelajaran yang akan direncanakan memerlukan berbagai teori untuk merancangnya, agar rencana pembelajaran yang disusun benar-benar dapat memenuhi harapan dan tujuan pembelajaran, perlunya perencanaan pembelajaran dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Dalam perbaikan pembelajaran diasumsikan bahwa:

a.       Perbaikan kualitas pembelajaran

b.      Pembelajaran dirancang dengan pendekatan sistem

c.       Desain pembelajaran mengacu pada bagaimana seseorang itu belajar

d.      Desain pembelajaran diarahkan pada kemudahan belajar

e.      Desain pembelajaran melibatkan variable pembelajaran

f.        Desain pembelajaran penetapan metode untuk mencapai tujuan

Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara effektif antara guru dan peserta didik. Komponen utama dari desain pembelajaran adalah pembelajar (pihak yang menjadi fokus), tujuan pembelajaran (umum dan khusus), analisis pembelajaran, strategi pembelajaran, bahan ajar, dan penilaian belajar. Adapun teori-teori pembelajaran dalam desain pembelajaran, antara lain ada teori belajar behaviorisme, teori belajar kognitivisme, teori belajar konstruktivisme, teori belajar humanisme, dan teori belajar gestalt.

 

BAB 2 MODEL PENGEMBANGAN PERANGKAT DESAIN PEMBELAJARAN

Pengembangan perangkat pembelajaran adalah serangkaian proses atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan suatu perangkat pembelajaran berdasarkan teori pengembangan yang telah ada. Secara umum, model desain pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam model berorientasi kelas (model ASSURE), model berorientasi produk (model hannafin and peck), model berorientasi sistem (model ADDIE), model berorientasi tujuan (model Bela H. Banathy), model prosedural (model Dick and Carrey), model melingkar (model kemp), model pengembangan 4-D, dan model PPSI.

Beberapa keuntungan dengan adanya variasi model yang ada ini, antara lain adalah kita dapat memilih dan menerapkan salah satu model desain pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik yang kita hadapi di lapangan, selain itu juga, kita dapat mengembengkan dan membuat model turunan dari model-model yang telah ada ataupun kita juga dapat meneliti dan mengembangkan desain yang telah ada untuk dicobakan dan diperbaiki.

 

BAB 3 PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaran kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

Secara yuridis, KTSP dikembangkan berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 38 Ayat 2, UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat 2, Peraturan Materi Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 19 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 17 Ayat 1, Permendiknas No. 6 Tahun 2007 tentang Perubahan Permendiknas No. 24 Tahun 2006.

Pengembangan KTSP berpedoman pada prinsip-prinsip berikut:

1.  Berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

2.  Beragam dan terpadu

3.  Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni

4.  Relevan dengan kebutuhan kehidupan

5.  Menyeluruh dan berkesinambungan

6.  Belajar sepanjang hayat

7.  Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah

Kurikulum tingkat satuan pendidikan disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1.  Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia

2.  Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.

3.   Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan

4.   Tuntutan pembangunan daerah dan nasional

5.   Tuntutan dunia kerja

6.   Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

7.   Agama

8.   Dinamika perkembangan global

9.   Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat

11. Kesetaraan jender

12.Karakteristik satuan pendidikan

Komponen kurikulum tingkat satuan pendidikan, antara lain:

1.   Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan (Visi, Misi, tujuan sekolah)

2.   Struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan

 

3.    Kalender pendidikan, ada’lah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.


BAB 4 PENGEMBANGAN SILABUS

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/ atau kelompopk mata pelajaran, tema tertentu yang mencakup strandar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Prinsip pengembangan silabus adalah ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, actual dan kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh,

Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG) dan Dinas Pendidikan. Adapun langkah-langkah pengembangan silabus adalah:

1.       Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar

2.       Mengidentifikasi materi pokok/ pembelajaran

3.       Mengembangkan kegiatan pembelajaran

4.       Merumuskan indikator pencapaian kompetensi

5.       Penentuan jenis penilaian

6.       Menentukan alokasi waktu

7.       Menentukan sumber belajar

8.       Menentukan nilai karakter

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan silabus:

1.  Alokasi waktu yang disediakan untuk menyelesaikan sebuah tema

2.  Pencapaian kompetensi setiap aspek saling terkait, sehingga tidak memungkinkan untuk dipisahkan.

3. Untuk memudahkan keterbacaan dan korelasi antara komponen-komponen silabus, maka format silabus dibuat sesuai dengan contoh/ model silabus.

4. Kegiatan pembelajaran dalam silabus bahasa asing diharapkan dapat mewujudkan akulturasi budaya positif dari kedua pengguna bahasa.

5. Aplikasi kegiatan pembelajaran hendaknya kontekstual, dan memasukkan unsur-unsur lingkungan serta budaya sesuai dengan kondisi setempat.

6.  Uraian materi yang disajikan merupakan rangkaian materi yang harus dicapai setiap aspek.

 

BAB 5 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Secara umum, ciri-ciri Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang baik adalah sebagai berikut:

1. Memuat aktivitas proses belajar mengajar yang akan dilaksanakan oleh guru yang akan menjadi pengalaman belajar bagi siswa.

2.  Langkah-langkah pembelajaran disusun secara sistematis agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.

3. Langkah-langkah pembelajaran disusun serinci mungkin, sehingga apabila RPP digunakan oleh guru lain, akan mudah dipahami dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.

Format RPP, berisi identitas (nama sekolah, mata pelajaran, kelas/ semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan alokasi waktu), tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran (kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup), sumber belajar, dan penilaian

BAB 6 TEKNIK PENILAIAN

Adapun tujuh teknik yang dapat digunakan, yaitu

1.   Penilaian unjuk kerja, merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan atau kinerja siswa dalam melakukan sesuatu. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya.

2.   Penilaian sikap, yang terdiri dari tiga komponen, yaitu komponen afektif, kognitif, dan konatif.

3.  Penilaian proyek, merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/ waktu tertentu.

4.  Penilaian produk, adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk.

5. Penilaian portofolio, merupakan penilaian berkelanjutan yang didasari pada berbagai informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu, dapat berupa karya siswa dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh siswa.

BAB 7 PENETAPAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)

KKM adalah kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. KKM ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Fungsi kriteria ketuntasan minimal, adalah:

1.   Sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti.

2.   Sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran.

3.   Dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah.

4.    Merupakan kontrak pedagogic antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat.

5.      Merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran.

Berikut ini merupakan langkah penetapan KKM:

Contoh penetapan KKM:

BAB 8 PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR

Pembelajaran tematik adalah suatu kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema/ topik pembahasan. Pembelajaran tematik dilakukan dengan maksud sebagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan, terutama untuk mengimbangi padatnya materi kurikulum. Ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam menerapkan dan melaksanakan pembelajaran tematik, yaitu: 1) bersifat terintegrasi dengan lingkungan, 2) bentuk belajar dirancang agar siswa menemukan tema, dan 3) efisien.

Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar, pembelajaran tematik memiliki karakkteristik-karakteristik sebagai berikut:

1.       Berpusat pada siswa (student centered)

2.       Memberikan pengalaman langsung (direct experiences)

3.       Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas

4.       Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran

5.       Bersifat fleksibel

6.       Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa

7.       Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembelajaran tematik, yaitu:

1.    Pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran lebih bermakna dan utuh.

2.    Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik perlu mempertimbangkan alokasi waktu untuk setiap topik, banyak sedikitnya bahan yang tersedia di lingkungan.

3.       Pilihlah tema yang terdekat dengan siswa

4.       Lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai dari pada tema.

Pelaksanaan pembelajaran tematik memiliki beberapa keuntungan dan juga kelemahan yang diperolehnya. Keuntungan yang dimaksud yaitu:

1.       Menyenangkan karena bertolak dari minat dann kebutuhan siswa

2.       Pengalam dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa

3.       Hasil belajar akan bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna.

4.  Menumbuhkan keterampilan sosial, seperti bekerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

Pembelajaran tematik di samping memiliki beberapa keuntungan, terdapat juga beberapa kekurangn yang diperolehnya, seperti:

1.       Guru dituntut memiliki keterampilan yang tinggi

2.    Tidak setiap guru mampu mengintegrasikan kurikulum dengan konsep-konsep yang ada dalam mata pelajaran secara tepat.

Pembelajaran tematik dilakukan dengan beberapa tahapan-tahapan, seperti:

1.       Perencanaan, ada beberapa langkah yang perlu dilakukakan, yaitu:

a.       Pelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran.

b.  Pilihlah tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi untuk setiap kelas dan semester.

c.       Buatlah “matriks hubungan kompetensi dasar dengan tema”.

d.      Buatlah pemetaasn pembelajaran tematik, dalam bentuk matriks atau jaringan topik.

e.      Susunlah silabus dan rencana pembelajaran berdasarkan matriks/ jaringan topik pembelajaran tematik.

2.   Penerapan pembelajaran tematik, guru melaksanakan rencana pembelajaran yang telah disusun sebelumnya.

3.   Evaluasi pembelajaran tematik, difokuskan pada evaluasi proses dan hasil. Evaluasi proses diarahkan pada tingkat keterlibatan, minat dan semangat siswa dalam proses pembelajaran, sedangkan evaluasi hasil lebih diarahkan pada tingkat pemahaman dan penyikapan siswa terhadap substansi materi dan manfaatnya bagi kehidupan siswa sehari-hari. Instrumen yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran tematik dapat berupa kuis, pertanyaan lisan, ulangan harian, ulangan blok, dan tugas individu atau kelompok, dan lembar observasi.

 











Komentar