Resume Buku: Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini

 

https://www.background.id/2018/06/download-9200-background-untuk-anak.html

RESUME BUKU

Judul                                     : Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini

Penulis                                 : Anik Lestariningrum

Layout                                  : Adjie Media Nusantara

Desain Cover                       : Adjie Media Nusantara

Tahun Terbit                        : 2017

Penerbit                              : CV. Adjie Media Nusantara

Alamat Penerbit                 : Jl. Demang Palang No. 9 Watudandang Prambon Nganjuk

Jumlah Halaman                :  v + 109 halaman

BAB 1 PENDIDIKAN DAN BELAJAR PADA ANAK USIA DINI

Anak sia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga diperlukan stimulasi yang tepat agar dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Pemberian stimulasi tersebut harus diberikan melalui lingkungan keluarga, PAUD jalur non formal seperti tempat penitipan anak (TPA) atau kelompok bermain (KB) dan PAUD jalur formal seperti TK dan RA.

AUD berada pada masa emas (golden age), yaitu masa dimana semua aspek perkembangan dapat dengan mudah untuk dikembangkan melalui stimulasi-stimulasi kegiatan yang tepat pada anak sesuai tingkatan perkembangannya. Pendidikan Anak Usia dini adalah pendidikan yang paling fundamental karena perkembangan anak di masa selanjutnya akan sangat ditentukan oleh berbagai stimulasi yang diberikan sejak anak usia dini. Pendidikan Anak Usia Dini adalah salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan baik koordinasi motoric (halus dan kasar), kecerdasan emosi, kecerdasan jamak dan kecerdasan spiritual.

Anak usia dini memiliki karakteristik seperti memiliki rasa ingin tahu yang besar, merupakan pribadi yang unik, suka berfantasi dan berimajinasi, masa paling potensial untuk belajar, menunjukkan sikap egosentris, memiliki rentang daya konsentrasi yang pendek, dan sebagai bagian dari makhluk sosial. Terdapat titik kritis perkembangan yang perlu diperhatikan pada anak usia dini, meliputi; (1) membutuhkan rasa aman, istirahat dan makanan yang banyak, (2) datang ke dunia yang diprogram untuk meniru, (3) membutuhkan latihan dan rutinitas, (4) memiliki kebutuhan untuk banyak bertanya dan memperoleh jawaban, (5) cara berpikir anak berbeda dengan orang dewasa, (6) membutuhkan pengalaman langsung, (7) trial dan error menjadi hal pokok dalam belajar, dan (8) bermain merupakan dunia masa kanak-kanak.

Setiap anak dengan segala sifat uniknya mempunyai gaya belajar tersendiri. DePorter dan Hernacki (1992) membagi gaya belajar individu berdasarkan jenis tampilan informasi yang diberikan kepada siswa menjadi tiga kategori, antara lain (1) gaya visual, yang menjelaskan individu lebih menyukai memproses informasi melalui penglihatan, (2) auditori, yang menyukai informasi melalui pendengaran dan (3) kinestetik, yang menyukai informasi melalui gerakan, praktek atau sentuhan.

 

BAB 2 KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN AUD

Kegiatan pembelajaran di PAUD mengutamakan bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain. Secara alamiah, bermain memotivasi anak untuk mengetahui sesuatu lebih mendalam dan secara spontan anak mengembangkan kemampuannya. Adapun prinsip pembelajaran di PAUD adalah sebagai berikut:

1.       Bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain

2.       Pembelajaran berorientasi pada perkembangan anak

3.       Pembelajaran berorientasi pada kebutuhan anak

4.       Pembelajaran berpusat pada anak

5.       Pembelajaran menggunakan pendekatan tematik

6.       Kegiatan pembelajaran yang PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan)

7.       Pembelajaran mengembangkan kecakapan hidup

8.       Pembelajaran didukung oleh lingkungan yang kondusif

9.       Pembelajaran yang demokratis

10.   Pembelajaran yang bermakna

Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam Kurikulum 2013 PAUD adalah pendekatan tematik terpadu, dimana kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk satu tema atau sub-sub tema dirancang untuk mencapai secara bersama-sama kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan dengan mencakup sebagian atau seluruh aspek pengembangan. Tahapan mengembangkan tema adalah sebagai berikut:

a)      Mempelajari Kompetensi Dasar atau menyesuaikan dengan minat anak.

b)      Menata dan mengurutkan tema berdasarkan prinsip-prinsip pemilihan tema.

c)       Menjabarkan tema ke dalam sub-sub tema agar tidak terlalu luas.

Beberapa tema yang sudah dipilih dan ditetapkan untuk anak didik TK kelompok A dan kelompok B pada buku panduan pendidik Kurikulum 2013 PAUD, adalah Diriku, Keluargaku, Lingkungan, Binatang, Tanaman, Kendaraan, Alam Semesta, dan Negaraku. Pada setiap tema terdapat beberapa sub tema. Seperti pada tema diriku, dapat dibuat sub-sub tema seperti identitasku, tubuhku, dan kesukaanku.

Pembelajaran tematik terpadu dilaksanakan dalam beberapa kegiatan, yaitu:

a.  Kegiatan awal (pembukaan), dilakukan untuk menyiapkan anak secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan ini berhubungan dengan pembahasan sub tema atau sub-sub tema yang akan dilaksanakan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain: berbaris, mengucap salam, berdo’a, bercerita atau berbagi pengalaman.

b.  Kegiatan inti pembelajaran merupakan upaya kegiatan bermain yang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak sebagai dasar pembentukan sikap, perolehan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan inti memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk berinisiatif, kreatif, dan mandiri sesuai dengan bakat, minat, dan kebutuhan anak. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan saintifik, meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan),

c.    Kegiatan istirahat, meliputi cuci tangan sebelum dan sesudah makan, berdo’a, sebelum dan sesudah makan, membuka bekal anak. Makan bersama, menyimpan tempat bekal anak ke dalam tas dan bermain bebas.

d.  Kegiatan penutup/ akhir pembelajaran merupakan kegiatan yang bersifat penenangan, seperti membuat kesimpulan/ mereview secara sederhana dari kegiatan yang telah dilakukan, nasihat-nasihat yang mendukung pembiasaan yang baik, membuat kegiatan penenangan seperti bernyanyi, menginformasikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

BAB 3 STPPA, KI, KD, DALAM RANCANGAN PEMBELAJARAN

STPPA (Standar tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini) adalah kriteria tentang kemampuan yang dicapai anak pada seluruh aspek perkembangan dan pertumbuhan, mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, serta seni. Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak merupakan pertumbuhan dan perkembangan anak yang dapat dicapai pada rentang usia tertentu. Pertumbuhan anak meliputi pertambahan berat dan tinggi badan yang mencerminkan kondisi kesehatan dan gizi yang dipantau menggunakan instrumen KMS. Sedangkan perkembangan anak merupakan integrasi dari perkembangan aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional, serta seni.

KI (Kompetensi Inti) Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan gambaran pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada akhir layana PAUD usia 6 tahun. KI meliputi:

1.       Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual

2.       Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial

3.       Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan

4.       Kompetensi Inti-4 (KI-4)untuk kompetensi inti keterampilan

KD (Kompetensi Dasar) merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran, tema pembelajaran, dan pengalaman pembelajaran yang mengacu pada Kompetensi Inti. Dalam satu KI dapat dijabarkan beberapa KD.

BAB 4 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN PAUD

Beberapa model pembelajaran PAUD yang saat ini berkembang dan digunakan oleh satuan pendidikan PAUD adalah sebagai berikut:

1.       Model pembelajaran kelompok berdasarkan sudut-sudut kegiatan, disediakan sudur-sudur kegiatan untuk dipilih oleh anak berdasarkan minatnya sebagai pusat kegiatan pembelajaran. Contohnya sudut kebudayaan, disediakan alat-alat seperti peralatan musik, rak buku, buku-buku bergambar, peralatan kreativitas, alat-alat pengenalan bentuk, warna, konsep bilangan, dan simbol-simbol.

2.  Model pembelajaran kelompok berdasarkan kegiatan pengaman, salah satu kelompok siswa melakukan kegiatan bersama pendidik dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan anak secara individu tentang materi yang memiliki tingkat kesulitan. Hal ini dilakukan secara bergiliran sehingga setiap anak didik mendapat kesempatan yang sama. Sedangkan kelompok lain dapat melakukan kegiatan secara mandiri tanpa lepas dari pengawasan pendidik. Alat bermain/ sumber belajar pada kegiatan pengaman, seperti balok-balok bangunan, mainan konstruksi, macam-macam kendaraan, puzzle dan permainan pola.

3.     Model pembelajaran berdasarkan area, anak diberi kesempatan untuk memilih/ melakukan kegiatan sendiri-sendiri sesuai minatnya. Pembelajaran ini menggunakan 10 area. Dalam satu hari dapat dibuka 3-4 area, dimana pada area yang dibuka disiapkan alat peraga dan sarana pembelajaran yang sesuai dengan RPPH yang telah disusun.

4.    Model pembelajaran berdasarkan sentra, pendidik berperan sebagai motivator dan fasilitator yang memberi pijakan-pijakan (scaffolding). Kegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pijakan-pijakan sebelum, selama dan sesudah main. Ada 7 sentra pembelajaran, yaitu sentra bahan alam dan sains, sentra balok, sentra seni, sentra bermain peran, sentra persiapan, sentra agama, dan sentra musik.

Adapun jenis-jenis metode pembelajaran PAUD, adalah seperti bercerita, demonstrasi, bercakap-cakap, pemberian tugas, sosio drama/ bermain peran, karyawisata, projek dan eksperimen. Metode yang digunakan oleh pendidik harus disesuaikan dengan tujuan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Dalam satu kegiatan dapat dipakai lebih dari satu metode.

BAB 5 PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN PAUD

Rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran adalah; (1) memahami STTPA sebagai hasil akhir program PAUD (kompetensi inti), (2) memahami Kompetensi Dasar sebagai capaian hasil pembelajaran, (3) menetapkan materi pembelajaran sebagai muatan untuk pengayaan pengalaman anak, dan (4) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Berkaitan dengan tugas guru sebagai perencana, maka perencanaan pembelajaran wajib disusun oleh guru secara mandiri, sesuai dengan yang tertuang dalam dokumen II. Terdapat tiga jenis perencanaan pembelajaran yang harus disusun dan disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran, yaitu:

1.    Program Semester (Prosem), berisi daftar tema satu semester yang dikembangkan menjadi sub tema atau sub-sub tema, kompetensi yang ditetapkan untuk dicapai pada setiap tema dan alokasi waktu setiap tema. Prosem berisi menyusun kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dikembangkan dari KD yang berisi muatan/materi pelajaran untuk digunakan dalam menyusun RPPM, dengan dilengkapi susunan daftar tema untuk satu semester dan alokasi waktu setiap tema.

2.   Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan, disusun untuk pembelajaran selama satu minggu. RPPM dijabarkan dari Program Semester, berisi identitas program layanan, KD yang dipilih, materi pembelajaran, dan rencana kegiatan.

3.  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), merupakan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu satu hari yang diambil dari RPPM, dan dikembangkan sesuai dengan model pembelajaran yang akan dipilih. Pengembangan kegiatan dalam RPPH dikembangkan dengan menggunakan pendekatan saintifik. Kompponen RPPH terdiri atas identitas program, materi, alat dan bahan, kegiatan pembukaan, kegiatan inti, kegiatan penutup dan rencana penilaian.

BAB 6 PENILAIAN PEMBELAJARAN PAUD

Penilaian proses dan hasil belajar untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara berkesinambungan dilakukan dengan penilaian autentik (authentic assessment) yaitu pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar anak untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

Penilaian proses dan hasil belajar anak di PAUD berdasarkan pada prinsip-prinsip, yaitu mendidik, berkesinambungan, objektif, akuntabel, transparan, sistematis, menyeluruh, dan bermakna. Adapun teknik-teknik yang digunakan dalam penilaian adalah sebagai berikut:

1.  Observasi/ pengamatan, yaitu pengumpulan data melalui pengamatan langsung maupun tidak langsung terhadap sikap dan perilaku anak selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi, catatan menyeluruh atau jurnal dan rubric.

2.  Percakapan, yaitu penilaian yang dilakukan melalui bercakap-cakap antara anak dengan pendidik baik di dalam maupun di luar kelas yang dilakukan pada saat kegiatan terpimpin atau bebas.

3.  Penugasan, yaitu penilaian berupa pemberian tugas yang akan dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara individu maupun kelompok baik secara mandiri atau didampingi. Contoh projek adalah seperti bermain pasir, atau mencampur air berwarna.

4.   Unjuk kerja, yaitu penilaian yang dilakukan dengan cara menuntut anak didik melakukan aktivitas, kegiatan, atau tugas dalam perbuatan yang dapat diamati secara langsung, misalnya praktik bernyanyi, melompat, atau memperagakan sesuatu.

5.  Penilaian hasil karya, yaitu penilaian dengan melihat produk yang dihasilkan oleh anak setelah melakukan suatu kegiatan, seperti melipat, menggambar, membentuk dari plastisin, membuat topi dari bahas bekas, dll.

6.    Pencatatan anekdot, yaitu teknik penilaian yang dilakukan dengan mencatat sikap perilaku khusus pada anak terkait perkembangan yang negatif dan positif yang terjadi terkait proses pertumbuhan dan perkembangannya. Penulisan catatan anekdot berdasarkan kejadian faktual.

7.     Portofolio, yaitu kumpulan atau rekam jejak berbagai kegiatan anak secara berkesinambungan atau catatan pendidik tentang berbagai aspek pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai salah satu bahan untuk menilai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Teknik pelaporan hasil penilaian (pencapaian hasil perkembangan dan pertumbuhan anak) dilakukan dengan cara bertatap muka secara langsung, antara pendidik dan orang tua. Pelaporan secara tertulis diberikan kepada orang tua minimal sekali untuk setiap 6 bulan, sedangkan pelaporan secara lisan dapat diberikan sesuai kebutuhan. Pelaporan lisan berupa bentuk komunikasi umpan balik secara langsung jika pendidik menemukan aktivitas anak di sekolah yang perlu dikonfirmasikan kepada orang tua.

Laporan Pencapaian Perkembangan Anak pada AUD berbentuk deskriptif narasi, bukan merupakan angka atau skor. Memuat keistimewaan anak pada semua aspek perkembangan  dan hal-hal yang penting terkait perkembangan diri anak selanjutnya, serta hal-hal yang perlu dilakukan oleh pendidik/ guru dan orang tua dalam rangka pengembangan diri anak.

 


Komentar