Resume Buku: Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini
RESUME BUKU
Judul :
Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini
Penulis :
Anik Lestariningrum
Layout : Adjie Media
Nusantara
Desain Cover : Adjie Media Nusantara
Tahun Terbit : 2017
Penerbit : CV. Adjie Media
Nusantara
Alamat Penerbit : Jl. Demang Palang No. 9
Watudandang Prambon Nganjuk
Jumlah Halaman :
v + 109 halaman
BAB 1 PENDIDIKAN DAN
BELAJAR PADA ANAK USIA DINI
Anak
sia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun yang sedang
mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga diperlukan
stimulasi yang tepat agar dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal.
Pemberian stimulasi tersebut harus diberikan melalui lingkungan keluarga, PAUD
jalur non formal seperti tempat penitipan anak (TPA) atau kelompok bermain (KB)
dan PAUD jalur formal seperti TK dan RA.
AUD
berada pada masa emas (golden age), yaitu masa dimana semua aspek perkembangan
dapat dengan mudah untuk dikembangkan melalui stimulasi-stimulasi kegiatan yang
tepat pada anak sesuai tingkatan perkembangannya. Pendidikan Anak Usia dini
adalah pendidikan yang paling fundamental karena perkembangan anak di masa
selanjutnya akan sangat ditentukan oleh berbagai stimulasi yang diberikan sejak
anak usia dini. Pendidikan Anak Usia Dini adalah salah satu bentuk
penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar kearah
pertumbuhan dan perkembangan baik koordinasi motoric (halus dan kasar),
kecerdasan emosi, kecerdasan jamak dan kecerdasan spiritual.
Anak
usia dini memiliki karakteristik seperti memiliki rasa ingin tahu yang besar,
merupakan pribadi yang unik, suka berfantasi dan berimajinasi, masa paling
potensial untuk belajar, menunjukkan sikap egosentris, memiliki rentang daya
konsentrasi yang pendek, dan sebagai bagian dari makhluk sosial. Terdapat titik
kritis perkembangan yang perlu diperhatikan pada anak usia dini, meliputi; (1)
membutuhkan rasa aman, istirahat dan makanan yang banyak, (2) datang ke dunia
yang diprogram untuk meniru, (3) membutuhkan latihan dan rutinitas, (4)
memiliki kebutuhan untuk banyak bertanya dan memperoleh jawaban, (5) cara
berpikir anak berbeda dengan orang dewasa, (6) membutuhkan pengalaman langsung,
(7) trial dan error menjadi hal pokok dalam belajar, dan (8) bermain merupakan
dunia masa kanak-kanak.
Setiap
anak dengan segala sifat uniknya mempunyai gaya belajar tersendiri. DePorter
dan Hernacki (1992) membagi gaya belajar individu berdasarkan jenis tampilan
informasi yang diberikan kepada siswa menjadi tiga kategori, antara lain (1)
gaya visual, yang menjelaskan individu lebih menyukai memproses informasi
melalui penglihatan, (2) auditori, yang menyukai informasi melalui pendengaran
dan (3) kinestetik, yang menyukai informasi melalui gerakan, praktek atau
sentuhan.
BAB
2 KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN AUD
Kegiatan
pembelajaran di PAUD mengutamakan bermain sambil belajar dan belajar sambil
bermain. Secara alamiah, bermain memotivasi anak untuk mengetahui sesuatu lebih
mendalam dan secara spontan anak mengembangkan kemampuannya. Adapun prinsip
pembelajaran di PAUD adalah sebagai berikut:
1.
Bermain sambil belajar dan
belajar seraya bermain
2.
Pembelajaran berorientasi
pada perkembangan anak
3.
Pembelajaran berorientasi
pada kebutuhan anak
4.
Pembelajaran berpusat pada
anak
5.
Pembelajaran menggunakan
pendekatan tematik
6.
Kegiatan pembelajaran yang
PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan)
7.
Pembelajaran mengembangkan
kecakapan hidup
8.
Pembelajaran didukung oleh
lingkungan yang kondusif
9.
Pembelajaran yang
demokratis
10.
Pembelajaran yang bermakna
Pendekatan
pembelajaran yang digunakan dalam Kurikulum 2013 PAUD adalah pendekatan tematik
terpadu, dimana kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk satu tema atau sub-sub
tema dirancang untuk mencapai secara bersama-sama kompetensi sikap, pengetahuan
dan keterampilan dengan mencakup sebagian atau seluruh aspek pengembangan.
Tahapan mengembangkan tema adalah sebagai berikut:
a)
Mempelajari Kompetensi
Dasar atau menyesuaikan dengan minat anak.
b)
Menata dan mengurutkan tema
berdasarkan prinsip-prinsip pemilihan tema.
c)
Menjabarkan tema ke dalam
sub-sub tema agar tidak terlalu luas.
Beberapa tema yang sudah dipilih dan
ditetapkan untuk anak didik TK kelompok A dan kelompok B pada buku panduan
pendidik Kurikulum 2013 PAUD, adalah Diriku, Keluargaku, Lingkungan, Binatang,
Tanaman, Kendaraan, Alam Semesta, dan Negaraku. Pada setiap tema terdapat
beberapa sub tema. Seperti pada tema diriku, dapat dibuat sub-sub tema seperti
identitasku, tubuhku, dan kesukaanku.
Pembelajaran tematik terpadu dilaksanakan
dalam beberapa kegiatan, yaitu:
a. Kegiatan awal (pembukaan), dilakukan
untuk menyiapkan anak secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran. Kegiatan ini berhubungan dengan pembahasan sub tema atau sub-sub
tema yang akan dilaksanakan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara
lain: berbaris, mengucap salam, berdo’a, bercerita atau berbagi pengalaman.
b. Kegiatan inti pembelajaran
merupakan upaya kegiatan bermain yang memberikan pengalaman belajar secara
langsung kepada anak sebagai dasar pembentukan sikap, perolehan pengetahuan dan
keterampilan. Kegiatan inti memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk
berinisiatif, kreatif, dan mandiri sesuai dengan bakat, minat, dan kebutuhan
anak. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan saintifik, meliputi kegiatan
mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan),
c. Kegiatan istirahat, meliputi
cuci tangan sebelum dan sesudah makan, berdo’a, sebelum dan sesudah makan,
membuka bekal anak. Makan bersama, menyimpan tempat bekal anak ke dalam tas dan
bermain bebas.
d. Kegiatan penutup/ akhir
pembelajaran merupakan kegiatan yang bersifat penenangan, seperti membuat
kesimpulan/ mereview secara sederhana dari kegiatan yang telah dilakukan,
nasihat-nasihat yang mendukung pembiasaan yang baik, membuat kegiatan
penenangan seperti bernyanyi, menginformasikan rencana pembelajaran untuk
pertemuan berikutnya.
BAB
3 STPPA, KI, KD, DALAM RANCANGAN PEMBELAJARAN
STPPA
(Standar tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini) adalah kriteria
tentang kemampuan yang dicapai anak pada seluruh aspek perkembangan dan
pertumbuhan, mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif,
bahasa, sosial-emosional, serta seni. Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak
merupakan pertumbuhan dan perkembangan anak yang dapat dicapai pada rentang
usia tertentu. Pertumbuhan anak meliputi pertambahan berat dan tinggi badan
yang mencerminkan kondisi kesehatan dan gizi yang dipantau menggunakan
instrumen KMS. Sedangkan perkembangan anak merupakan integrasi dari
perkembangan aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, dan
sosial-emosional, serta seni.
KI
(Kompetensi Inti) Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan gambaran
pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada akhir layana PAUD
usia 6 tahun. KI meliputi:
1.
Kompetensi Inti-1 (KI-1)
untuk kompetensi inti sikap spiritual
2.
Kompetensi Inti-2 (KI-2)
untuk kompetensi inti sikap sosial
3.
Kompetensi Inti-3 (KI-3)
untuk kompetensi inti pengetahuan
4.
Kompetensi Inti-4
(KI-4)untuk kompetensi inti keterampilan
KD (Kompetensi Dasar) merupakan tingkat
kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran, tema pembelajaran, dan pengalaman
pembelajaran yang mengacu pada Kompetensi Inti. Dalam satu KI dapat dijabarkan
beberapa KD.
BAB
4 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN PAUD
Beberapa
model pembelajaran PAUD yang saat ini berkembang dan digunakan oleh satuan
pendidikan PAUD adalah sebagai berikut:
1.
Model pembelajaran kelompok
berdasarkan sudut-sudut kegiatan, disediakan sudur-sudur kegiatan untuk dipilih
oleh anak berdasarkan minatnya sebagai pusat kegiatan pembelajaran. Contohnya
sudut kebudayaan, disediakan alat-alat seperti peralatan musik, rak buku,
buku-buku bergambar, peralatan kreativitas, alat-alat pengenalan bentuk, warna,
konsep bilangan, dan simbol-simbol.
2. Model pembelajaran kelompok
berdasarkan kegiatan pengaman, salah satu kelompok siswa melakukan kegiatan
bersama pendidik dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan anak secara individu
tentang materi yang memiliki tingkat kesulitan. Hal ini dilakukan secara
bergiliran sehingga setiap anak didik mendapat kesempatan yang sama. Sedangkan
kelompok lain dapat melakukan kegiatan secara mandiri tanpa lepas dari
pengawasan pendidik. Alat bermain/ sumber belajar pada kegiatan pengaman,
seperti balok-balok bangunan, mainan konstruksi, macam-macam kendaraan, puzzle
dan permainan pola.
3. Model pembelajaran
berdasarkan area, anak diberi kesempatan untuk memilih/ melakukan kegiatan
sendiri-sendiri sesuai minatnya. Pembelajaran ini menggunakan 10 area. Dalam
satu hari dapat dibuka 3-4 area, dimana pada area yang dibuka disiapkan alat
peraga dan sarana pembelajaran yang sesuai dengan RPPH yang telah disusun.
4. Model pembelajaran
berdasarkan sentra, pendidik berperan sebagai motivator dan fasilitator yang
memberi pijakan-pijakan (scaffolding). Kegiatan pembelajaran tertata
dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai
pijakan-pijakan sebelum, selama dan sesudah main. Ada 7 sentra pembelajaran,
yaitu sentra bahan alam dan sains, sentra balok, sentra seni, sentra bermain
peran, sentra persiapan, sentra agama, dan sentra musik.
Adapun
jenis-jenis metode pembelajaran PAUD, adalah seperti bercerita, demonstrasi,
bercakap-cakap, pemberian tugas, sosio drama/ bermain peran, karyawisata,
projek dan eksperimen. Metode yang digunakan oleh pendidik harus disesuaikan
dengan tujuan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Dalam satu kegiatan
dapat dipakai lebih dari satu metode.
BAB
5 PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN PAUD
Rambu-rambu
yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran adalah;
(1) memahami STTPA sebagai hasil akhir program PAUD (kompetensi inti), (2)
memahami Kompetensi Dasar sebagai capaian hasil pembelajaran, (3) menetapkan
materi pembelajaran sebagai muatan untuk pengayaan pengalaman anak, dan (4)
menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
Berkaitan
dengan tugas guru sebagai perencana, maka perencanaan pembelajaran wajib
disusun oleh guru secara mandiri, sesuai dengan yang tertuang dalam dokumen II.
Terdapat tiga jenis perencanaan pembelajaran yang harus disusun dan disiapkan
oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran, yaitu:
1. Program Semester (Prosem),
berisi daftar tema satu semester yang dikembangkan menjadi sub tema atau
sub-sub tema, kompetensi yang ditetapkan untuk dicapai pada setiap tema dan
alokasi waktu setiap tema. Prosem berisi menyusun kegiatan-kegiatan
pembelajaran yang dikembangkan dari KD yang berisi muatan/materi pelajaran
untuk digunakan dalam menyusun RPPM, dengan dilengkapi susunan daftar tema
untuk satu semester dan alokasi waktu setiap tema.
2. Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran Mingguan, disusun untuk pembelajaran selama satu minggu. RPPM
dijabarkan dari Program Semester, berisi identitas program layanan, KD yang
dipilih, materi pembelajaran, dan rencana kegiatan.
3. Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran Harian (RPPH), merupakan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan
dalam waktu satu hari yang diambil dari RPPM, dan dikembangkan sesuai dengan
model pembelajaran yang akan dipilih. Pengembangan kegiatan dalam RPPH
dikembangkan dengan menggunakan pendekatan saintifik. Kompponen RPPH terdiri
atas identitas program, materi, alat dan bahan, kegiatan pembukaan, kegiatan
inti, kegiatan penutup dan rencana penilaian.
BAB
6 PENILAIAN PEMBELAJARAN PAUD
Penilaian
proses dan hasil belajar untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap
(spiritual dan sosial), pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara
berkesinambungan dilakukan dengan penilaian autentik (authentic assessment)
yaitu pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar anak untuk
ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Penilaian
proses dan hasil belajar anak di PAUD berdasarkan pada prinsip-prinsip, yaitu
mendidik, berkesinambungan, objektif, akuntabel, transparan, sistematis,
menyeluruh, dan bermakna. Adapun teknik-teknik yang digunakan dalam penilaian
adalah sebagai berikut:
1. Observasi/ pengamatan,
yaitu pengumpulan data melalui pengamatan langsung maupun tidak langsung
terhadap sikap dan perilaku anak selama kegiatan pembelajaran berlangsung
dengan menggunakan lembar observasi, catatan menyeluruh atau jurnal dan rubric.
2. Percakapan, yaitu penilaian
yang dilakukan melalui bercakap-cakap antara anak dengan pendidik baik di dalam
maupun di luar kelas yang dilakukan pada saat kegiatan terpimpin atau bebas.
3. Penugasan, yaitu penilaian
berupa pemberian tugas yang akan dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik
secara individu maupun kelompok baik secara mandiri atau didampingi. Contoh
projek adalah seperti bermain pasir, atau mencampur air berwarna.
4. Unjuk kerja, yaitu
penilaian yang dilakukan dengan cara menuntut anak didik melakukan aktivitas,
kegiatan, atau tugas dalam perbuatan yang dapat diamati secara langsung,
misalnya praktik bernyanyi, melompat, atau memperagakan sesuatu.
5. Penilaian hasil karya,
yaitu penilaian dengan melihat produk yang dihasilkan oleh anak setelah
melakukan suatu kegiatan, seperti melipat, menggambar, membentuk dari
plastisin, membuat topi dari bahas bekas, dll.
6. Pencatatan anekdot, yaitu
teknik penilaian yang dilakukan dengan mencatat sikap perilaku khusus pada anak
terkait perkembangan yang negatif dan positif yang terjadi terkait proses
pertumbuhan dan perkembangannya. Penulisan catatan anekdot berdasarkan kejadian
faktual.
7. Portofolio, yaitu kumpulan
atau rekam jejak berbagai kegiatan anak secara berkesinambungan atau catatan pendidik
tentang berbagai aspek pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai salah satu
bahan untuk menilai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Teknik
pelaporan hasil penilaian (pencapaian hasil perkembangan dan pertumbuhan anak)
dilakukan dengan cara bertatap muka secara langsung, antara pendidik dan orang
tua. Pelaporan secara tertulis diberikan kepada orang tua minimal sekali untuk
setiap 6 bulan, sedangkan pelaporan secara lisan dapat diberikan sesuai
kebutuhan. Pelaporan lisan berupa bentuk komunikasi umpan balik secara langsung
jika pendidik menemukan aktivitas anak di sekolah yang perlu dikonfirmasikan
kepada orang tua.
Laporan
Pencapaian Perkembangan Anak pada AUD berbentuk deskriptif narasi, bukan
merupakan angka atau skor. Memuat keistimewaan anak pada semua aspek
perkembangan dan hal-hal yang penting
terkait perkembangan diri anak selanjutnya, serta hal-hal yang perlu dilakukan
oleh pendidik/ guru dan orang tua dalam rangka pengembangan diri anak.
Komentar
Posting Komentar