Resume Buku: Perencanaan Pembelajaran karya Dr. Farida Jaya, M.Pd

 

RESUME BUKU

Judul                                   : Perencanaan Pembelajaran

Penerbit                              : Dr. Farida Jaya, M.Pd

Tahun Terbit                       : 2019

Penerbit                              : UIN Sumatera Utara

Alamat Penerbit                 : Sumatera Utara, Medan

Jumlah Halaman                :  ii + 141 halaman

BAB I LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Pada tingkat yang paling dasar, tugas seorang guru sebagai perancang pembelajaran adalah untuk menjawab 3 (tiga) pertanyaan pokok (Mager, 1984 dalam Smith dan Ragan) sebagai berikut:

1.  Kemana kita akan pergi? Artinya melakukan analisis pembelajaran untuk menentukan apa yang menjadi tujuan pembelajaran.

2. Bagaimana kita akan sampai disana? Artinya mengembangkan strategi pembelajaran untuk menentukan strategi dan media yang bagaimana yang digunakan.

3.  Bagaimana kita akan tahu kapan kita akan sampai? Artinya mengembangkan dan melakukan evaluasi untuk menentukan bagaimana dan kapan kita akan mengevaluasi dan merevisi mata pelajaran.

Pembelajaran adalah suatu proses atau upaya untuk mengarahkan timbulnya perilaku belajar peserta didik, atau upaya untuk membelajarkan seseorang. Pembelajaran, sebelumnya dikenal dengan pengajaran, yang dalam bahasa Arab disebut dengan “ta’lim” yang dalam kamus Arab-Inggris karangan Elias & Elias (1982) diartikan sebagai “to teach; to educate; to instruct; to train, yakni mengajar, mendidik, atau melatih. Pengertian tersebut sejalan dengan ungkapan yang dikemukakan Syah (1996), yaitu “ allamal ilma” yang berarti to teach atau to instruct (mengajar atau membelajarkan).

Reigeluth dan Merrill, (1978; 1979), Reigeluth, (1979; 1983) memodifikasi pengklasifikasian variable-variabel pembelajaran menjadi tiga bagian, yaitu:

1.       Kondisi pembelajaran (instructional situation).

2.       Metode pembelajaran (instructional methods).

3.       Hasil pembelajaran (instructional outcomes).

Inti dari perencanaan pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Penekanan utama dalam perencanaan pembelajaran terletak pada pemilihan, penetapan dan pengembangan variabel metode pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran harus didasarkan pada analisis kondisi dan hasil pembelajaran. Analisisnya akan menunjukkan bagaimana kondisi pembelajarannya dan apa hasil pembelajaran yang diharapkan.

Pembelajaran dapat dikategorikan sebagai suatu sistem dengan pertimbangan :

1.     Pembelajaran mempunyai bagian-bagian (variabel-variabel pembelajaran);

2. Setiap variabel pembelajaran mempunyai masing-masing fungsi, seperti komponen kondisi berfungsi untuk memberi landasan atau pijakan terhadap penggunaan metode yang efektif dan efisien;

3.   Setiap variabel pembelajaran melakukan fungsi secara bersama-sama, yaitu baik variabel kondisi, metode, maupun variabel hasil;

4.   Fungsi itu dilaksanakan bersama-sama untuk mencapai tujuan, yaitu untuk meningkatkan kualitas belajar siswa melalui penciptaan suatu model atau progam pembelajaran yang efektif dan efisien.

Sistem sebagai suatu pendekatan merupakan cara pandang sesuatu secara sistematik dan sistemik (menyeluruh), tidak terpisah-pisahkan. Perencanaan pembelajaran dirancang dengan menggunakan pendekatan sistem. Dengan menggunakan analisis sistem pembelajaran akan dapat diketahui keseluruhan komponen yang mempengaruhi belajar, termasuk pula keterkaitan antara komponen tersebut. Informasi ini sangat berguna dalam menetapkan langkah-langkah perencanaan pembelajaran yang tertera dalam silabus dan RPP.

 

BAB II MODEL-MODEL PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Ada dua macam jenis teori yang menggambarkan perencanaan pembelajaran, yaitu:

1.     Teori Deskriptif, yaitu menjelaskan fenomena-fenomena sebagai hipotesa mereka yang ada, seperti teori-teori belajar (teori behavior dan teori kognitif)

2.  Teori Preskriptif, yaitu menentukan tindakan yang menunjukkan hasil yang pasti, seperti teori sistem, teori komunikasi dan teori instruksional.

BAB III RUANG LINGKUP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM



Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam secara garis besar mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara:

a.  Hubungan manusia dengan Allah Swt., merupakan hubungan vertical (garis tegak lurus) antara makhluk dengan Khaliknya. Dalam hal ini, Hubungan manusia dengan Allah menempati prioritas pertama dalam pendidikan Agama Islam, karena ia merupakan sentral dan dasar utama ajaran Islam. Dengan demikian, hal itulah yang pertama-tama harus ditanamkan kepada anak didik.

b.  Hubungan manusia dengan manusia, merupakan hubungan horizontal (garis mendatar) antara manusia dengan manusia lainnya dalam suatu kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menempati prioritas kedua dalam ajaran Islam. Sesuai dengan kodratnya bahwa manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial yang butuh bantuan orang lain dan saling bekerja sama.

c.   Hubungan manusia dengan alam. Agama Islam banyak mengajarkan kepada kita tentang alam sekitar. Allah menciptakan manusia sebagai Khalifah dibumi untuk mengelola dan memanfaatkan alam yang telah dianugerahkan Allah, untuk kemaslahatan manusia sesuai dengan garis-garis yang telah ditentukan Allah (sunnatullah).

Dengan demikian, tema pokok Pendidikan Agama Islam pada:

a.       Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah

Dengan landasan iman yang benar:

1)      Siswa mampu beribadah dengan baik dan tertib.

2)      Siswa mampu membaca Al Qur’an.

3)      Siswa membiasakan berakhlak baik.

b.      Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama / Madrasah Tsanawiyah

Dengan landasan iman yang benar:

1)      Siswa gairah beribadah serta mampu berzikir dan berdo’a.

2)      Siswa mampu membaca Al Qur’an dengan benar.

3)      Siswa terbiasa berakhlak baik.

c.       Sekolah Lanjutan Tingkat Atas / Madrasah Aliyah

Dengan landasan iman yang benar:

1)      Siswa ta’at beribadah, berzikir, berdo’a serta mampu menjadi imam.

2)      Siswa mampu membaca Al Qur’an dan menghayati kandungan maknanya.

3)      Siswa mampu menerapkan muamalah dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

4)      Siswa memiliki akhlak yang mulia.

BAB IV KOMPONEN-KOMPONEN PERENCANAAN PEMBELAJARAN


 

1.       Analisis Karakteristik Siswa dan Menilai Kebutuhan Pembelajaran (Needs Assesment)

Karakteristik siswa adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa seperti bakat, minat, sikap, motivasi belajar , gaya belajar, kemampuan berfikir, dan kemampuan awal (hasil belajar) yang telah dimilikinya, serta latar belakang pribadi siswa dan tempat/lingkungan belajar siswa. menilai kebutuhan pembelajaran adalah merupakan langkah awal dari kegiatan menentukan tujuan pembelajaran umum, karena jika kegiatan itu sendiri tanpa dikaitkan dengan penulisan tujuan pembelajaran umum tidak ada manfaatnya.

2.       Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Dengan demikian, tujuan pembelajaran merupakan perumusan yang jelas dan memuat pernyataan tentang kemampuan dan tingkah laku peserta didik setelah mengikuti suatu program pembelajaran tertentu untuk satu topic atau sub-topik tertentu yang dirumuskan dalam suatu kalimat dengan menggunakan kata kerja yang dapat diamati dan dapat diukur.

3.       Analisis Tugas Belajar (Learning Task Analysis/ Analisis Materi)

Dengan melakukan analisis pembelajaran, akan tergambar susunan perilaku/ketrampilan khusus dari yang paling awal sampai yang paling akhir. Baik jumlah maupun susunan perilaku/ketrampilan tersebut akan memberikan keyakinan kepada pengajar bahwa perilaku umum yang tercantum dalam TIU (Standar Kompetensi) dapat dicapai secara efektif dan efisien.

4.       Merancang Evaluasi Pembelajaran

Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pendekatan, teknik dan instrumen penilaian hasil belajar dengan pendekatan otentik Penilaian memungkinkan para pendidik mampu menerapkan program remedial bagi peserta didik yang tergolong pebelajar lambat dan program pengayaan bagi peserta didik yang termasuk kategori pebelajar cepat.

5.       Membuat Perencanaan Pembelajaran

Membuat perencanaan pembelajaran merupakan suatu proses analisa dari kebutuhan dan tujuan belajar, pengembangan sistem penyampaian untuk mencapai tujuan termasuk pengembangan materi, kegiatan belajar mengajar dan kegiatan hasil belajar siswa, mencobakan, merevisi semua kegiatan, mengajar dan penilaian siswa.

BAB V PENDEKATAN SISTEM DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN PAI

Sistem adalah suatu kesatuan dari beberapa komponen, dimana fungsi komponen itu tidak terpisah satu sama lain, melainkan saling berinterelasi, berinteraksi dan beritegrasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan pendekatan sistemik pada perencanaan pembelajaran PAI, kita dapat pula memahami cara bagaimana masing-masing bagian itu saling berinteraksi, saling berfungsi, dan saling bergantung di dalam suatu sistem untuk mencapai tujuan tertentu. Prinsip sistematis dan sistemik merupakan prinsip yang berawal dari pemikiran bahwa penyusunan rancangan pembelajaran merupakan bagian dari sebuah sistem. Oleh karena itu, dalam penyusunan rancangan pembelajaran juga perlu disusun secara sistematis.

 

BAB VI PENGEMBANGAN SILABUS, RPP, PROGRAM TAHUNAN, DAN PROGRAM SEMESTER

Silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai kompetensi inti dan kompetensi dasar. Prinsip-prinsip pengembangan silabus adalah ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, actual dan kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Silabus paling sedikit memuat identitas mata pelajaran, identitas sekolah, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, tema (khusus SD/MI), materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, penentuan alokasi waktu, dan sumber atau bahan ajar.

RPP merupakan penjabaran yang lebih rinci dari silabus dalam upaya mencapai KD. Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip seperti perbedaan individu peserta didik, partisipasi aktif peserta didik, berpusat pada peserta didik, pengembangan budaya membaca dan menulis, memberikan umpan balik dan tindak lanjut, keterkaitan dan keterpaduan, menerapkan teknologi informasi dan komunikasi sesuai kondisi dan situasi. Komponen RPP antara lain: identitas sekolah, identitas mata pelajaran, kelas/ semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, KD dan indicator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, metode, media, sumber belajar, langkah-langkah dan penilaian hasil pembelajaran. Ada empat langkah dalam merancang pembelajaran, yaitu perencanaan untuk mengapresiasikan keragaman, merumuskan tujuan atau komponen, menyusun rencana implementasi pembelajaran dalam kelas dan menentukan model penilaian (evaluasi).

Penyusunan Program Tahunan (PROTA) yang merupakan bagian dari pengembangan silabus itu adalah membuat alokasi waktu untuk setiap topic bahasan dalam satu tahun pelajaran. Program semester (PROSEM) merupakan salah satu bagian dari program pembelajaran yang memuat alokasi waktu untuk setiap topik satuan bahasan pada setiap semester.

Langkah-Langkah Penyusunan Program Tahunan (PROTA):

1.  Menela’ah kalender pendidikan, dan ciri khas sekolah/madrasah berdasarkan kebutuhan tingkat satuan pendidikan.

2.   Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif (per minggu). Hari-hari libur meliputi: (1) jeda tengah semester, (2) jeda antar semester, (3) libur akhir tahun pelajaran, (4) hari libur keagamaan, (5) hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan (6) hari libur khusus. Hari-hari libur tersebut dapat mengurangi jumlah minggu efektif yang tersedia dalam satu tahun pelajaran.

3.    Menghitung jumlah minggu efektif setiap bulan dan semester dalam satu tahun, dan memasukkan dalam format matrik yang tersedia.

4.    Mendistribusikan alokasi waktu yang disediakan untuk suatu mata pelajaran, pada setiap KD dan topik bahasannya pada minggu efektif, sesuai ruang lingkup cakupan materi, tingkat kesulitan dan pentingnya materi tersebut, serta mempertimbangkan waktu untuk ulangan serta review materi.

Langkah-langkah Penyusunan Program Semester (PROSEM)

1.       Memasukkan KD, topik dan sub topik bahasan dalam format Program Semester.

2.      Menentukan jumlah jam pada setiap kolom minggu dan jumlah tatap muka per minggu untuk mata pelajaran PAI.

3.      Mengalokasikan waktu sesuai kebutuhan bahasan topik dan sub topik dengan membubuhkan tanda (check list) pada kolom minggu dan bulan.

4.      Membuat catatan atau keterangan untuk bagian-bagian yang membutuhkan penjelasan.  





Komentar