Resume: Pengaruh Perencanaan Pembelajaran terhadap Pelaksanaan Pembelajaran
RESUME
PENGARUH
PERENCANAAN PEMBELAJARAN TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(Suatu
Penelitian terhadap Mahasiswa PPLK Program Studi Pendidikan Geografi FKIP
Universitas Almuslim)
Oleh: Rahmi
Novalita (Dosen Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Almuslim)
Konsep
perencanaan pengajaran dapat dilihat dari berbagai sudut pandang: (a)
perencanaan pengajaran sebagai teknologi adalah suatu perencanaan yang
mendorong penggunaan teknik-teknik yang dapat menghubungkan tingkah laku
kognitif dan teori-teori konstruktif terhadap solusi dan problem pengajaran,
(b) perencanaan sebagai suatu sistem adalah susunan dari sumber prosedur untuk
menggerakkan pembelajaran, (c) perencanaan sebagai suatu disiplin adalah cabang
pengetahuan yang senantiasa memperhatikan hasil-hasil penelitian dan teori
tentang strategi pengajaran dan implementasi terhadap strategi.
Perangkat
yang harus dipersiapkan dalam perencanaan pembelajaran harus berpijak pada: (a)
pemahaman terhadap kurikulum, (b) menguasai bahan ajar, (c) menyusun program
pengajaran, (d) melaksanakan program pengajaran, (e) menilai program pengajaran
dan hasil proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.
Silabus
berbasis kompetensi adalah sebagai bentuk operasionalisasi kompetensi. Dan
materi pokok sebagai pedoman bagi guru ataupun dalam merencanakan, dan
melaksanakan serta mengelola kegiatan pembelajaran. Menurut Peraturan Mentri
Pendidikan Nasional No 41 Tahun 2007 pelaksanaan pembelajaran merupakan
implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi:
1)
Kegiatan pendahuluan, dalam
kegiatan pendahuluan, guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik
untuk mengikuti proses pembelajaran, mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari, menjelaskan
tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai, dan menyampaikan
cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
2)
Kegiatan inti, pelaksaan
kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik. Metode dalam kegiatan inti antara lain meliputi
proses eksplorasi (contohnya seperti: melibatkan peserta didik mencari
informasi yang luas sesuai dengan tema materi yang akan dipelajari dan
memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan), elaborasi (seperti:
membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas
tertentu yang bermakna, memberikan kesempatan untuk berfikir, menganalisis,
menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut), dan konfirmasi (seperti:
memberi umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat
maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik, membantu menyelesaikan
masalah, memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil
eksplorasi, memberikan motivasi kepada peserta didik).
3)
Kegiatan penutup, meliputi:
a) guru bersama-sama peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan
pelajaran, b) melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram, c) memberikan umpan balik
terhadap proses dan hasil pembelajaran, d) merencanakan kegiatan tindak lanjut
dalam bentuk pembelajaran remedy, program pengayaan, layanan konseling dan atau
memberikan tugas baik individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar
peserta didik, e) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Berdasarkan penjelasan di atas, sebelum
melaksanakan pembelajaran, harus menyusun perencanaan pembelajaran yang
bertujuan untuk memudahkan dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan
nantinya. Jika rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru baik, maka akan
berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran.

Komentar
Posting Komentar