|
1.1
Terbiasa membaca al-Qur’an dengan
meyakini bahwa kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan),
dan persaudaraan (ukhuwah) adalah perintah agama.
|
·
Q.S. al-Hujurat (49): 10
dan 12 serta hadits terkait perilaku kontrol
diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah)
|
·
Menyimak bacaan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta
hadits terkait.
·
Membaca Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
·
Mencermati makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta
hadits terkait.
·
Menanyakan cara membaca, hukum tajwid, asbabun nuzul, makna, dan pesan-pesan
utama dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
·
Mengidentifikasi hukum bacaan
(tajwid) Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan
12.
·
Menterjemahkan dalam Q.S.
al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
·
Menganalisis asbabun nuzul Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12.
·
Menganalisis makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta
hadits terkait.
·
Mengidentifikasi Manfaat
kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan) dan
persaudaraan (ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12,
serta hadis terkaitsesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, serta
hadis terkait
·
Menyimpulkan hukum bacaan yang
terdapat dalam Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12.
·
Menyimpulkan makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta
hadits terkait.
·
Menyimpulkan pesan-pesan utama
dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
·
Mengaitkan antara kualitas
keimanan dengan kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan),
dan persaudaraan (ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, serta hadis terkait.
·
Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, sesuai
dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf.
·
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 dengan
fasih dan lancar.
·
Menjelaskan hukum bacaan yang
terdapat pada Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12.
·
Menjelaskan makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta
hadits terkait.
·
Menjelaskan pesan-pesan utama
dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait
·
Menjelaskan keterkaitan antara
kualitas keimanan dengan kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik
(husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, serta
hadis terkait.
|
|
2.1
Menunjukkan perilaku kontrol diri
(mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah)
sebagai implementasi perintah Q.S. al- Hujurat/49: 10 dan 12 serta Hadis
terkait.
|
|
3.1
Menganalisis Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12 serta Hadis tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka
baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah).
|
|
4.1.1
Membaca Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan
12, sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf
4.1.2
Mendemonstrasikan hafalan Q.S.
al-Hujurat/49: 10 dan 12 dengan fasih dan lancar.
4.1.3
Menyajikan hubungan antara kualitas
keimanan dengan kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan),
dan persaudaraan (ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12,
serta Hadis terkait.
|
|
1.2
Meyakini bahwa pergaulan bebas dan
zina adalah dilarang agama.
|
Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina
|
·
Menyimak bacaan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan
perbuatan zina.
·
Membaca Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan
perbuatan zina.
·
Mencermati makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan
perbuatan zina.
·
Menanyakan cara membaca, hukum tajwid, asbabun nuzul, makna, dan pesan-pesan utama dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2. serta hadits terkait.
·
Mendiskusikan cara membaca Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2sesuai dengan kaidah tajwid;
·
Mengidentifikasi hukum bacaan
(tajwid) Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
·
Menterjemahkan dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2serta hadits terkait.
·
Menganalisis asbabun nuzul Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
·
Menganalisis makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadits terkait.
·
Mengidentifikasi manfaat
larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
·
Menyimpulkan hukum bacaan yang
terdapat dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
·
Menyimpulkan makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2serta hadits terkait.
·
Menyimpulkan pesan-pesan utama
dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2serta hadits terkait.
·
Menganalisis keterkaitan antara
larangan berzina dengan berbagai kekejian (fahisyah) yang ditimbulkannya dan
perangai yang buruk (saa-a sabila) sesuai pesan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadis terkait.
·
Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul
huruf.
·
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2dengan fasih dan lancar.
·
Menjelaskan hukum bacaan yang
terdapat pada Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
·
Menjelaskan makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadits terkait.
·
Menjelaskan pesan-pesan utama
dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadits terkait
·
Menyajikan keterkaitan antara
larangan berzina dengan berbagai kekejian (fahisyah) yang ditimbulkannya dan
perangai yang buruk (saa-a sabila) sesuai pesan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadis terkait
|
|
2.2
Menghindarkan diri dari pergaulan
bebas dan perbuatan zina sebagai pengamalan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S.
an-Nur /24: 2, serta Hadis terkait.
|
|
3.2
Menganalisis Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur/24 : 2, serta Hadis tentang larangan pergaulan bebas dan
perbuatan zina.
|
|
|
4.2.1 Membaca
Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24:2 sesuai dengan kaidah tajwid dan
makharijul huruf.
4.2.2 Mendemonstrasikan
hafalan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24:2 dengan fasihdan lancar.
4.2.3 Menyajikan
keterkaitan antara larangan berzina dengan berbagai kekejian (fahisyah) yang
ditimbulkannya dan perangai yang buruk (saa-a sabila) sesuai pesan Q.S.
al-Isra’/17: 32 dan Q.S. an-Nur/24:2.
|
|
1.3
Meyakini bahwa Allah Maha Mulia,
Maha Mengamankan, Maha Memelihara, Maha Sempurna Kekuatan-Nya, Maha
Penghimpun, Maha Adil, dan Maha Akhir
|
Iman kepada Allah SWT (Asmaul Husn: al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir)
|
·
Membaca teks al-Asma al- Husna
(al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil,
al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir).
·
Memberi stimulus agar peserta
didik bertanya) :
·
Mengapa Allah memiliki nama
yang begitu banyak?
·
Bagaimana kaitan antara
nama-nama tersebut dengan sifat-sifat Allah.
·
Apa yang harus dilakukan oleh
umat Islam terkait nama-nama Allah yang indah itu?
·
Meyimak penjelasan materi di
atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
·
Menganalisis makna al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil,
al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir bagi Allah.
·
Mendiskusikan makna dan contoh
perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan
perilaku adil sebagai implementasi dari pemahaman makna Asmaul Husna (al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil,
al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir)
·
Mengaitkan makna al-Asma
al-Husna al-Kariim, al-Mu’min,
al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir dengan
sifat-sifat Allah.
·
Mempresentasikan pelafalan al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil,
al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir.
·
Mempresentasikan makna al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil,
al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir.
·
Mempresentasikan keterkaitan
makna al-Asma al-Husna: al-Kariim,
al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir dengan
perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, rasa aman, tawakal dan perilaku
adil.
|
|
2.3
Memiliki sikap keluhuran budi; kokoh
pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan adil sebagai implementasi pemahaman
al-Asmau al-Husna: Al-Karim, Al-Mu’min, Al-Wakil, Al- Matin, Al-Jami’,
Al-‘Adl, dan Al-Akhir
|
|
3.3
Menganalisis makna al-Asma’u
al-Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan
al-Akhir
|
|
4.3
Menyajikan hubungan makna- makna
al-Asma’u al-Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’,
al-‘Adl, dan al-Akhir dengan perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, rasa
aman, tawakal dan perilaku adil
|
|
1.4
Meyakini keberadaan malaikat-malaikat
Allah Swt.
|
Iman kepada Malaikat
|
·
Mencermati bacaan teks tentang
makna dan contoh perilaku beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
·
Menyimak penjelasan materi di
atas melalui tutorial, tayangan vidio atau media lainnya.
·
Memberi stimulus agar peserta
didik bertanya:
·
Mengapa kita harus beriman kepada malaikat?
·
Mengapa malaikat yang wajib
diketahui ada sepuluh?
·
Apa yang harus dilakukan oleh
orang yang beriman kepada malaikat?
·
Peserta didik mengidentifikasi
ayat-ayat al-Quran yang
mengungkapkan nama-nama dan tugas malaikat.
·
Peserta didik mendiskusikan
makna dan contoh perilaku beriman
kepada Malaikat sebagaimana disebutkan dalam al-Quran.
·
Membuat kesimpulan tentang
makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
·
Mengaitkan antara beriman
kepada malaikat Allah Swt. dengan perilaku teliti, disiplin, dan waspada.
·
Menyebutkan ayat-ayat al-Quran yang mengungkapkan nama-nama
malaikat.
·
Membacakan kesimpulan tentang
makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
·
Menjelaskan keterkaitan antara
beriman kepada malaikat Allah Swt. dengan perilaku teliti, disiplin, dan
waspada.
|
|
2.4
Menunjukkan sikap disiplin, jujur
dan bertanggung jawab, sebagai implementasi beriman kepada malaikat-malaikat
Allah Swt.
|
|
3.4
Menganalisis makna beriman kepada
malaikat-malaikat Allah Swt.
|
|
4.4
Menyajikan hubungan antara beriman
kepada malaikat-malaikat Allah Swt. dengan perilaku teliti, disiplin, dan
waspada.
|
|
1.5 Terbiasa berpakaian sesuai dengan syariat
Islam
|
Berpakaian secara Islami
|
·
Mencermati bacaan teks tentang
berpakaian secara islami
·
Mencermati model-model
berpakain secara islami melalui tutorial, tayangan vidio atau media lainnya.
·
Mengemukakan pertanyaan
tentang:
·
Bagaimana berpakaian secara
islami?
·
Mengapa kita harus berpakaian
secara islami?
·
Mengidentifikasi tata cara
berpakaian sesuai syariat Islam.
·
Mengidentifikasi tujuan
berpakaian menurut syariat Islam
·
Mengidentifikasi manfaat
berpakaian menurut syariat Islam
·
Mengidentifikasi landasan hukum
berpakaian menurut syariat Islam.
·
Mengaitkan antara kesesuaian
model berpakaian dengan ketentuan syariat Islam.
·
Mengaitkan ketentuan berpakaian
menurut syariat islam dengan hikmah yang diperoleh individu, keluarga, dan
masyarakat.
·
Mempresentasikan /menyampaikan
hasil diskusi tentang berpakaian menurut syariat Islam.
|
|
2.5
Menunjukkan perilaku berpakaian sesuai
dengan syariat Islam
|
|
3.5
Menganalisis ketentuan berpakaian
sesuai syariat Islam
|
|
4.5
Menyajikan keutamaan tatacara
berpakaian sesuai syariat Islam
|
|
1.6
Meyakini bahwa jujur adalah ajaran
pokok agama
|
Perilaku jujur
|
·
Mengamati tayangan video
tentang perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di
masyarakat.
·
Menyimak dan membaca penjelasan
mengenai perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di
masyarakat.
·
Mengajukan pertanyaan
tentang perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di
masyarakat.
·
Menelaah perilaku jujur dalam
kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakatMenyimpulkan hikmah
perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.
·
Mengaitkan perilaku jujur dalam
kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan.
·
Membuat rumusan perilaku jujur
berdasarkan al-Quran dan Hadis
·
Mengidentifikasi perilaku jujur
dengan kehidupan sehari-hari.
·
Menyajikan/melaporkan hasil
diskusi tentang perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di
masyarakat.
·
Menjelaskan keterkaitan perilaku jujur dalam kehidupan
sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan.
·
Menanggapi hasil presentasi
(melengkapi, mengkonformasi, dan menyanggah).
·
Membuat resume pembelajaran di
bawah bimbingan guru.
|
|
2.6
Menunjukkan perilaku jujur dalam
kehidupan sehari-hari
|
|
3.6
Menganalisis manfaat kejujuran dalam
kehidupan sehari-hari
|
|
4.6
Menyajikan kaitan antara contoh
perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari dengan keimanan
|
|
1.7
Meyakini bahwa menuntut ilmu adalah
perintah Allah dan Rasul-Nya.
|
Nikmatnya menuntut
ilmu dan Indahnya Berbagi Pengetahuan
|
·
Mencermati bacaan teks tentang Q.S. at-Taubah (9) : 122 dan
hadits terkait tentang semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyampaikan
nya kepada sesama
·
Meyimak penjelasan materi di
atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
·
Memberi
stimulus agar peserta didik bertanya):
Mengapa harus menuntut ilmu?
Bagaimana cara
menyampaikan ilmu kepada sesama?
·
Peserta didik mendiskusikan
makna dan contoh semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyampaikannya kepada
sesama sebagai implementasi pemahaman kandungan Q.S. at-Taubah (9): 122 dan
hadits terkait.
·
Peserta didik mendiskusikan kaitan
antara kewajiban menuntut ilmu dengan kewajiban membela agama sesuai perintah
Q.S. at-Taubah (9): 122 dan hadits terkait.
·
Peserta didik mendiskusikan
contoh-contoh perilaku, berdasarkan tambahan bacaan ayat al-Qur’ān dan
hadits-hadits yang mendukung lainnya, Q.S. at-Taubah/9:122, Q.S.
al-Mujadilah/ 58: 11 dan Q.S. al-Baqarah/ 2: 31-32 sebagai dasar dalam
menerapkan nikmatnya mencari ilmu dan indahnya berbagi pengetahuan.
·
Peserta didik mendemonstrasikan bacaan Q.S.
at-Taubah/9:122 tentang nikmatnya mencari ilmu dan indahnya berbagi
pengetahuan dengan menerapkan hukum tajwid yang benar.
·
Guru mengamati perilaku contoh semangat menuntut ilmu, menerapkan
dan menyaampaikannya kepada sesama melalui lembar pengamatan di sekolah.
·
Guru berkolaborasi dengan orang
tua untuk mengamati perilaku semangat menuntut ilmu, menerapkan dan
menyaampaikannya kepada sesama di rumah.
·
Membuat kesimpulan tentang
semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada sesama.
·
Mempresentasikan /menyampaikan
hasil diskusi tentang semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada
sesama.
|
|
2.7
Memiliki sikap semangat keilmuan
sebagai implementasi pemahaman Q.S. at-Taubah/9: 122 dan Hadis terkait.
|
|
3.7
Menganalisis semangat menuntut ilmu,
menerapkan, dan menyampaikannya kepada sesama.
|
|
4.7
Menyajikan kaitan antara kewajiban
menuntut ilmu, dengan kewajiban membela agama sesuai perintah Q.S.
at-Taubah/9: 122 Adan Hadis terkait.
|
|
1.8
Meyakini al-Qur’an, Hadis dan
ijtihad sebagai sumber hukum Islam
|
Sumber Hukum Islam
|
·
Mencermati bacaan teks
tentangkedudukan al-Quran,
al-Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
·
Meyimak penjelasan materi
tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
·
memberi stimulus agar peserta
didik bertanya):
·
Mengapa al-Qur’an, Hadits, dan
Ijtihad sebagai sumber hukum Islam ?
·
Apa yang anda pahami tenang al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad ?
·
Peserta didik mendiskusikan
makna al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
·
Guru mengamati perilaku
berpegang teguh kepada al-Qur’an, Hadits, dan
Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
·
Guru berkolaborasi dengan orang
tua untuk mengamati perilaku berpegang teguh kepada al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad di rumah.
·
Menalar/Mengasosiasi
·
Membuat kesimpulan tentang
sumber hukum Islam.
·
Mempresentasikan/ menyampaikan
hasil diskusi tentang sumber hukum Islam.
|
|
2.8
Menunjukkan perilaku ikhlas dan taat
beribadah sebagai implemantasi pemahaman terhadap kedudukan al-Qur’an, Hadis,
dan ijtihad sebagai sumber hukum Islam
|
|
3.8
Menganalisis kedudukan al-Qur’an,
Hadis, dan ijtihad sebagai sumber hukum Islam
|
|
4.8
Mendeskripsikan macam-macam sumber
hukum Islam
|
|
1.9
Meyakini bahwa haji, zakat dan wakaf
adalah perintah Allah dapat memberi kemaslahatan bagi individu dan
masyarakat.
|
Pengelolaan haji, zakat dan wakaf
|
·
Mencermati bacaan teks tentang
pengertian, ketentuan dan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan haji,
zakat dan wakaf.
·
Meyimak penjelasan materi di
atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
·
Memberi
stimulus agar peserta didik bertanya:
·
Mengapa haji, zakat dan wakaf
harus dikelola?
·
Bagaimana cara mengelola haji,
zakat dan wakaf?
·
Peserta didik mendiskusikan
makna dan ketentuan haji, zakat dan wakaf serta pengeloalaannya.
·
Membuat kesimpulan materi
pengelolaan haji, zakat dan wakaf.
·
Mempresentasikan/ menyampaikan
hasil diskusi tentang materi pengelolaan
wakaf.
|
|
2.9
Menunjukkan kepedulian sosial sebagai
hikmah dari perintah haji, zakat, dan wakaf.
|
|
3.9
Menganalisis hikmah ibadah haji, zakat,
dan wakaf bagi individu dan masyarakat.
|
|
4.9
Menyimulasikan ibadah haji, zakat, dan
wakaf
|
|
1.10
Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad
saw di Makkah.
|
Meneladani
Perjuangan Rasulullah saw. di Mekah
|
·
Mencermati bacaan teks tentang
substansi dan strategi dakwah Rasullullah
saw.
·
Meyimak penjelasan materi
tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
·
Memberi stimulus agar peserta
didik bertanya)
·
Apa substansi dakwah Rasulullah
di Mekah?
·
Apa strategi dakwah Rasulullah
di Mekah?
·
Peserta didik mendiskusikan
substansi dan strategi dakwah Rasullullah
saw. di Mekah.
·
Guru mengamati perilaku tangguh
dan semangat menegakkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.
·
Guru berkolaborasi dengan orang
tua untuk mengamati perilaku tangguh dan semangat menegakkan kebenaran dalam
kehidupan sehari-haridi rumah.
·
Membuat kesimpulan tentang
substansi dan strategi dakwah Rasullullah
saw. di Mekah.
·
Mempresentasikan /menyampaikan
hasil diskusi tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Mekah.
|
|
2.10
Bersikap tangguh dan rela berkorban
menegakkan kebenaran sebagai ’ibrah dari sejarah strategi dakwah Nabi di
Makkah.
|
|
3.10
Menganalisis substansi, strategi, dan
penyebab keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah.
|
|
4.10
Menyajikan keterkaitan antara substansi
dan strategi dengan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah
|
|
1.11
Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad
saw di Madinah.
|
Meneladani
Perjuangan Rasulullah saw. di Madinah
|
·
Mencermati bacaan teks tentang
substansi dan strategi dakwah Rasullullah
saw. di Madinah
·
Meyimak penjelasan materi
tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
·
Memberi stimulus agar peserta
didik bertanya)
·
Apa substansi dakwah Rasulullah
di Madinah?
·
Apa strategi dakwah Rasulullah
di Madinah?
·
Peserta didik mendiskusikan
substansi dan strategi dakwah Rasullullah
saw. di Madinah.
·
Guru mengamati perilaku
semangat ukhuwah sebagai implementasi dari pemahaman strategi dakwah
Rasulullah saw. di Madinah.
·
Guru berkolaborasi dengan orang
tua untuk mengamati perilaku semangat ukhuwah sebagai implementasi dari
pemahaman strategi dakwah Rasulullah saw. di Madinah.
·
Membuat kesimpulan materi
substansi dan strategi dakwah Rasullullah
saw. di Madinah.
·
Mempresentasikan /menyampaikan
hasil diskusi tentang materi substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Madinah.
|
|
2.11
Menunjukkan sikap semangat ukhuwah dan
kerukunan sebagai ibrah dari sejarah strategi dakwah Nabi di Madinah.
|
|
3.11
Menganalisis substansi, strategi, dan
keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Madinah.
|
|
4.11
Menyajikan keterkaitan antara substansi
dan strategi dengan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Madinah
|
Komentar
Posting Komentar